Sabtu, 07 Mei 2011

MEGA PROYEK ANTI ROKOK

Beberapa waktu lalu, filantropis Amerika Serikat (AS) berdarah Yahudi Michael Rubens Bloomberg menggelontorkan dana hibah total USD4,2 juta (Rp39 miliar) untuk mendukung kampanye antirokok lewat bendera Bloomberg Initiative (BI).

Katanya sih, berdasarkan catatan lembaga pria yang juga menjadi donator Sinagoga Beth Shalom itu, setiap tahun 14.000 orang meninggal karena konsumsi tembakau. Benarkah? Jika masyarakat dunia tidak mengambil upaya pencegahan, sedikitnya 8 juta orang bakal tewas akibat tembakau hingga 2030. Dalam situsnya, BI menulis, sebanyak 80% dari keseluruhan korban tersebut berasal dari negara berkembang.

Menurut laporan BI, dua pertiga pecandu rokok dunia berada di 15 negara, yaitu China, Brasil, Ukraina, India, Meksiko, Filipina. Kemudian Indonesia, Turki, Thailand, Rusia, Pakistan, Vietnam, Bangladesh, Mesir, dan Polandia.

Eh….yang lebih menarik lagi, genderang perang terhadap rokok juga sudah ditabuh keras-keras Muhammadiyah, ormas berbasis agama. Entah ini sebuah kebetulan atau sudah diskenario, fatwa haram rokok Muhammadiyah “beriringan” dengan dukungan dari Bloomberg. Kata orang beragama, wallahualam (hanya Tuhan yang tahu). Beruntung saya tidak hidup dibawah bayang-bayang agama.

Tapi, pejabat di Muhammadiyah sendiri tidak tahu kalau lembaganya menerima bantuan dana dari Bloomberg. Ya itu tadi, wallahualam. Dalam pernyataan resminya, Ketua PP Muhammadiyah bidang Kesejahteraan, Kesehatan dan Lingkungan Sudibyo Markus mengakui bahwa Muhammadiyah Tobacco Center menerima sejumlah dana dari donatur luar negeri.

Katanya lagi, dana itu bukan dari Bloomberg, tapi dari Intenational Union Against Tuberculosis and Lung Diseases. Tapi, Bloomberg sendiri dalam keterangan resminya justru menyebutkan, dana yang digelontorkan itu akan diberikan kepada organisasi kesehatan. Nah, diantara nama organisasi kesehatan, tercantum pula Muhamadiyah yang disebut-sebut menerima dana sebesar USD393.234?????

Dalam penjelasan singkat yang tertulis di situs Bloomberg, dana tersebut digunakan untuk mendukung kampanye mengharamkan rokok yang gencar disuarakan Muhammadiyah. Selain itu, proyek ini ditujukan untuk memberi penjelasan pada anggota Muhammadiyah dan institusi Islam lain tentang fatwa bahaya merokok.

Selain Muhammadiyah, Bloomberg juga mengucurkan dana untuk Bogor City Health Agency. Proyek tersebut ditujukan untuk mengupayakan kota Bogor bebas rokok. Dana sebesar USD228.224 sudah dikucurkan ke Bogor sejak Maret 2009. Proyek akan selesai pada Februari 2011.

Sebelumnya, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia juga mendapat aliran dana sebesar USD280.755. Proyek dimulai pada Oktober 2008 dan berakhir Juli 2010. Proyek ini diharapkan dapat memengaruhi bentuk kebijakan di Indonesia tentang pajak tembakau

Berdasarkan laman www.tobaccocontrolgrants.org, (13/3/2010), Bloomber sedikitnya mengucurkan dana USD4.195.442 dalam rentang waktu 2007-2010 yang digelontorkan untuk 14 proyek antirokok. Penerimanya terbagi mulai dari institusi pendidikan, lembaga kesehatan, organisasi masyarakat, serta LSM.

Proyek terbesar Bloomberg di Indonesia adalah pembentukan Tobacco Control Support Centre (TCSC) yang menghabiskan dana USD542.600. Lewat jargon “To reduce tobacco use”, selain Indonesia, Bloomberg juga menyokong kampanye antirokok di 14 negara lain. Mereka menggalakan kampanye mulai dari gerakan penyadaran masyarakat akan bahaya rokok sampai mendorong terciptanya regulasi antirokok.

Tetapi, kampanye antirokok yang digaungkan selama ini menjadi menarik jika kita membaca artikel Robert A Levy dan Rosalind B Marimont (1998) berjudul Lies, Damned Lies & 400.000 Smoking-Relating Deaths. Perang terhadap tembakau, kata Levi dan Marimont, telah berkembang menjadi “monster kebohongan dan kerakusan”. Ilmu pengetahuan sampah (junk science) telah menggantikan ilmu pengetahuan yang jujur (honest science). Propaganda tampil sebagai fakta-fakta. Yang jadi korban pertama dalam perang melawan tembakau adalah kebenaran.

Lalu, Judith Hatton, co-author buku Murder a Cigarette dalam bukunya menjelaskan, pernyataan organisasi kesehatan dunia WHO tidak lain daripada propaganda yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Data, angka, statistik, estimasi, tidak lebih dari Lies, Damned Lies.

Bahkan, kata Lauren A Colby, pengacara litigasi dari Maryland dalam bukunya In Defense of Smokers (2003) secara tegas mengatakan, propaganda anti merokok tidak berdasarkan kebenaran, tidak bertanggungjawab dan liar. Menurut Levy, Marimont, Hatton, Colby, dan orang-orang yang kritis dengan propaganda anti merokok, tembakau bukan penyebab dari risiko segala macam penyakit yang disebutkan WHO.

Mereka pun menunjukkan beberapa hasil penelitian dan kajian ilmiah, diantaranya seperti yang dimuat dalam British Journal of Cancer (2002) yang membuktikan, tidak adanya hubungan antara merokok dengan risiko kanker payudara. Hasil studi lain yang dikenal dengan sebutan Roll Royce of Studies menjelaskan, tidak adanya hubungan antara merokok dengan sakit jantung (Journal of Critical Epidemology 42, No 8, 1989).

Aisling Irwin dalam artikelnya berjudul Study casts doubt on heart ‘risk factors’ (International News, 25/8/1998), mengungkapkan, studi cardiologi paling besar yang pernah dilakukan telah gagal menemukan hubungan antara serangan jantung dengan faktor-faktor risiko klasik, seperti merokok dan tingkat kolesterol yang tinggi.

Monica study, demikian nama studi tersebut, melakukan kajian di 21 negara selama 10 tahun. Para ilmuwan tidak dapat menemukan koneksi statistik antara reduksi dengan perubahan-perubahan dalam obesitas, merokok, tingkat tekanan darah, atau kolesterol.

Hasil studi ini diumumkan the European Congress of Cardiology in Vienna pada Agustus 1998. Studi yang paling lama dan paling besar di dunia itu menghimpun informasi dari 150.000 serangan jantung, terutama di Eropa Barat, dan Rusia, Islandia, Kanada, China, dan Australia.

Penurunan penyakit jantung paling besar terjadi di Swedia. Yang meningkat terjadi di Lithuania, Polandia, China, dan Rusia. Hasil studi juga mengungkapkan, kegelisahan, kemiskinan, perubahan ekonomi, dan sosial mempunyai hubungan dengan penyakit jantung. Fakta ini nampak sejak studi ini mulai dilakukan pada era 1980-an. Seseorang yang berhenti merokok namun kehilangan rumah tempat tinggal secara umum berada pada risiko terkena penyakit jantung karena faktor stres.

Sekalipun hasil studi Monica yang didanai WHO mengungkapkan tidak adanya hubungan antara penyakit jantung dengan faktor risiko fisik, WHO tetap saja mengatakan bahwa faktor-faktor risiko klasik (karena tembakau) merupakan kontribusi utama bagi risiko individual.

Terkait dengan angka-angka perkiraan kematian dan rendahnya harapan hidup akibat kematian prematur yang disampaikan WHO, menurut Levy, Marimont, Hatton, Colby, dan orang-orang yang kritis dengan propaganda anti merokok, adalah tidak benar dan semata-mata berdasarkan pada junk science yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Salah satu contoh yang bertentangan dengan perkiraan kematian prematur akibat merokok adalah Jepang, Yunani dan Siprus. Negara-negara ini memiliki tingkat merokok yang tinggi di dunia. Tetapi mereka justru memiliki tingkat terkena penyakit kanker paru-paru tergolong rendah dan harapan hidup jauh lebih lama.

Lantas, benarkah yang menjadi kontributor utama berbagai penyakit di negara-negara berkembang adalah rokok? Bukankah gizi buruk, kualitas hidup yang rendah akibat kemiskinan? Apa benar tembakau itu jadi ancaman kehancuran pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup? Indonesia sejak lama mengalami “kehancuran” bukan karena tembakau atau karena banyaknya perokok, tetapi salah satu karena bahaya laten korupsi.

Yang menarik, baik Bloomberg maupun WHO terkesan sangat konsern dengan bahaya risiko merokok (tembakau) itu daripada bahaya penyakit yang nyata-nyata dihadapi negara-negara berkembang seperti malaria, HIV/AIDS, busung lapar.

Jawabannya mungkin bisa ditelisik dari penjelasan Pierre Lemieux (2001) yang mengutip kata-kata pencetus ide dan pendiri WHO, Dr Szeming Sze, “My part in the founding of WHO was 90% diplomatic and only 10% medical. It was politics all the time.” Jadi, jelas. Urusannya selalu politik. Politik apa? Bisa macam-macam. Dagang, ekonomi, pemasaran, dan lain-lain.

Artinya, jika berbicara politik, maka akan juga membicarakan kepentingan. Pertanyaannya, kepentingan apa dan kepentingan siapa dibalik gencarnya propaganda anti merokok alias perang melawan tembakau ini?

Menarik untuk mencermati hasil riset investigatif Wanda Hamilton (2002) berjudul Big Drug’s Nicotine War. Hamilton menyebut “Koneksi yang tidak terbantahkan antara propaganda anti merokok dengan industri farmasi.”

Menurut Hamilton, propaganda anti merokok dibiayai para konglomerat farmasi. Ini menguntungkan, jadi, industri farmasi mestinya mencintai perokok. Persoalannya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah hubungan antara merokok dengan penyakit-penyakit tersebut.

Menurut Hamilton, industri farmasi mencintai perokok sebab “they are its new business horizon” yang didukung kekuatan internasional. Gencarnya propaganda anti merokok merupakan bagian strategi marketing industri farmasi. Targetnya, orang berhenti merokok. Untuk berhenti merokok diperlukan terapi atau obat-obat yang dapat membantu atau alternatif lain yang disebut “smoking cessation and treatment services,” produk industri farmasi, seperti: nicorette, nicotinell, zyban (anti smoking pill), nicotine replacement therapy (NRT) gum and patch, glaxosmithkline, nicorette orange gum, clear nicoderm patch.

Dalam Annual Report 2001, seperti dikutip Hamilton, penjualan produk-produk ini meningkat secara signifikan. Jangan lupa, produk-produk ini juga mengandung unsur nikotin. Jadi, ini perang dagang nikotin antara industri farmasi versus industri rokok.

Menariknya lagi mendengar apa yang diungkapkan Al Martonovic, WHO mendesak pemerintah-pemerintah di dunia untuk memasukkan “smoking cessation” dan “treatment services” ini sebagai bagian program pengontrolan tembakau yang komprehensif. Terkesan WHO aktif pula mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan industri farmasi.

Lantas, masihkah kita berpikir bahwa propaganda anti merokok untuk kepentingan kesehatan masyarakat (public health)? Masihkah kita rela korbankan para petani tembakau, perusahaan-perusahaan tembakau, mulai perusahaan rumah tangga hingga perusahaan besar, dengan begitu banyak tenaga kerjanya, yang jelas-jelas memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kemajuan bangsa ini, untuk kepentingan yang mengatasnamakan kesehatan masyarakat? Kita tentu akan mendukung kampanye anti merokok dan kebijakan kesehatan publik jika didasarkan pada kebenaran dan kejujuran. Jika mengorbankan kebenaran dan di atas kebohongan argumentasi, apalagi ditambah dengan label ”haram” jika didasarkan pada kepentingan tertentu. Jelas tidak!.

ANTI TEMBAKAU DAN KONSPIRASI FARMASI INTERNASIONAL

Masih segar dalam ingatan kita semua, ketika Amerika Serikat mengagresi Irak tahun 2002/2003 lalu hadir isu Severe Acute Respiratory Sindrome (SARS). Isu ini secara langsung melahirkan ketegangan negara-negara di Asia Pasifik. Tapi seperti juga kehadirannya yang tak permisi. Ia pun permisi pergi entah kemana isu itu. Tak bertahan lama seperti isu flu burung yang meluluh lantakkan peternakan domestik (Indonesia).

Isu SARS berhasil dengan baik di komunikasikan sebagai isu-isu kesehatan dan keamanan bagi negara-negara di Asia Pasifik. Lahir ketegangan antar negara; seperti Thailand dan Taiwan; demikian juga China mengalami gejolak politik bahkan menimbulkan perseteruan-perseteruan baik dalam dan luar negeri. Di dalam negeri, pemerintah China mengalami tantangan terhadap legitimasi politiknya karena dianggap tidak memberikan informasi yang terbuka mengenai wabah penyakit SARS yang berjangkit di wilayahnya (Alexandra, 2003). Sementara di luar, tarulah misalnya di Toronto, Kanada karena adanya anggapan bahwa banyak etnis Cina tersebut merupakan carrier virus SARS karena mereka sering bepergian ke wilayah-wilayah yang dijangkiti penyakit SARS.

Secara ekonomi, China amat susah dipengaruhi atau didikte, sehingga lewat cara-cara seperti itulah penguasa internasional menanamkan pengaruhnya ke Asia Pasifik, tentu yang penen adalah koorporasi farmasi internasional. Lewat isu itu bisa memproduksi obat-obatan untuk mengobati SARS. Siapa sich yang menguasai pasar farmasi Internasional?

Pada penghujung 1970-an, 20 besar perusahaan besar farmasi hanya menghasilkan 5 persen penjualan obat global. Menyusul gelombang besar-besaran marger, 20 besar itu mengontrol lebih dari 75 persen pada tahun 2002. 10 besar perusahaan saja sudah mengontrol 57 persen daro $352 miliar pasar obat global (lihat top Pharmaceutical firms).

Dalam kasus flu burung, modus yang hampir sama juga dipakai untuk (1) menyerang perusahaan-perusahaan peternakan domestik, dan (2) memainkan menopoli faksin lewat kekuatan-kekuatan loby jaringan ini. Secara opini publik, masyarakat di kooptasi dengan berbagai penggiringan opini yang sangat menyesatkan. Jadilah kita (Indonesia) budak bagi tuan-tuan besar yang menyediakan dana besar untuk menghalau apa yang disebut dengan flu burung yang tak pernah jelas itu. Kekuatan loby mereka membuat pemerintah menyediakan apa pun yang dimaui oleh sang tuan. Yang terpukul ialah peternak domestik. Indonesia tetap buntung, dan yang meraup untung tetap koorporasi Internasional lewat lembaga-lembaga Internasional itu.

Menurut laporan GRAIN, bahwa flu burung telah digunakan untuk meningkatkan kepentingan korporasi yang berkuasa, menempatkan kehidupan dan kesehatan jutaan orang dalam bahaya. Saat ini, lebih dari sebelumnya, agribisnis menggunakan bencana untuk mengkonsolidasi rantai makanan peternakan-ke-pabrik-ke-supermarket sebagai kompetisi skala kecilnya merupakan kejahatan, sedangkan perusahaan- perusahaan farmasi menambang misi yang diinvestasikan dalam data dasar global dari sampel-sampel flu untuk memperoleh keuntungan dari pasar-pasar vaksin yang putus asa dan menawan. Dua badan PBB – FAO dan WHO – tetap merupakan inti dari laporan ini, menggunakan ketinggian status,dan akses internasional mereka kepada pemerintah, dan mengendalikan aliran dana donor untuk keuntungan agenda korporasi (http://www.grain.org/m/?id=117).

Ada orang-orang yang menyadari bekerjanya jaringan ini. Tapi ia tak berdaya melawan negaranya sendiri yang berkomplot dengan jaringan loby tingkat tinggi ini. Seorang perempuan anak bangsa, dokter lulusan gadjah mada, kampus desa itu. Ia tak boleh lagi jadi menteri. Ia terlalu kritis mungkin. Sudahlah, anda jadi penasehat saja yang tak punya kebijakan apa-apa.

Setelah diributkan dengan isu flu burung, kini hadir isu penting lain yang disponsori oleh donator AS berdarah Yahudi, Michael Rubens Bloomberg. Tidak tanggung-tanggung ia menggelontorkan dana hibah total USD4,2 juta (Rp39 miliar) untuk mendukung kampanye antirokok lewat bendera Bloomberg Initiative (BI).

Lalu agenda setting apa yang ada dibalik penggelontoran dana besar itu? Riset Wanda Hamilton (2002) berjudul Big Drug’s Nicotine War. Hamilton menyebut “Koneksi yang tidak terbantahkan antara propaganda anti merokok dengan industri farmasi.” Jika seluruh skenario berjalan lancar uang sebesar itu tidak ada artinya. Pengorbanan itu akan BEP (kembali modal) dalam perhitungan yang tidak lama.

Masih menurut Hamilton, propaganda anti rokok merupakan bagian dari marketing industri farmasi. Targetnya jelas orang berhenti merokok. Dan untuk berhenti merokok diperlukan terapi dan obat-obat yang dapat membantu atau alternatif lain yang disebut “smoking cessation and treatment services,” produk industri farmasi, seperti: nicorette, nicotinell, zyban (anti smoking pill), nicotine replacement therapy (NRT) gum and patch, glaxosmithkline, nicorette orange gum, clear nicoderm patch (http://lhasamahameru.wordpress.com/2010/04/25/mega-proyek-antirokok/).

Jadi bukan apa-apa, dibalik semua pertarungan yang kasat mata itu, ada kepentingan yang bersifat bisnis (ekonomi) didalamnya. Kepentingan perdagangan obat-obat Nicotine Replacement Therapy (NRT). Pada titik ini sesungguhnya kaum agamawan dan kita semua harus peka terhadap setiap gejala yang hadir kepermukaan. Karena dibalik gejala itu, ada struktur yang bermain (koorporasi global).

Rabu, 20 April 2011

IBU KITA KARTINI DAN ISLAM

Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Sejak itu Kartini bertekad untuk berupaya untuk memperbaiki citra Islam yang selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah.
....


Waktu SMP dulu saya pernah membaca buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang berisi kumpulan surat-surat Kartini (sekarang buku itu entah dimana L). Meski dulu saya belum begitu faham benar dengan isi buku itu, ada beberapa isi surat yang waktu itu agak ‘mengganggu’ pikiran saya ketika Kartini bersinggungan dengan Islam.

Saya baru-baru ini mendapati beberapa posting yang membahas surat-surat itu serta transformasi spiritual Kartini, saya coba sarikan.

Persinggungan awal Kartini dengan Islam dapat dibaca dari surat-surat berikut:

“Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?” [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899]

“Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya. [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902]

Untuk ukuran seorang perempuan dan ukuran zaman itu (bahkan ukuran zaman sekarang sekalipun) pendapat Kartini ini benar-benar sangat kritis dan sangat berani.

Suatu ketika, takdir membawa Kartini pada suatu pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang juga adalah pamannya. Pengajian dibawakan oleh seorang ulama bernama Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar(atau dikenal Kyai Sholeh Darat) tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertarik sekali dengan materi yang disampaikan (ini dapat dipahami mengingat selama ini Kartini hanya membaca dan menghafal Quran tanpa tahu maknanya). Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Berikut ini dialog-nya (ditulis oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat).

“Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?”

Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara diplomatis itu.

“Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”. Kyai Sholeh Darat balik bertanya, sambil berpikir kalau saja apa yang dimaksud oleh pertanyaan Kartini pernah terlintas dalam pikirannya.

“Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Setelah pertemuan itu nampaknya Kyai Sholeh Darat tergugah hatinya. Beliau kemudian mulai menuliskan terjemah Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada pernikahan Kartini , Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Tapi sayang, tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa.

Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena Kartini merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari kegelisahan dan pemikiran tak-berketentuan kepada pemikiran hidayah (how amazing…).

Dalam surat-suratnya kemudian, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. (Sayangnya, istilah “Dari Gelap Kepada Cahaya” yang dalam Bahasa Belanda adalah “Door Duisternis Tot Licht” menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan oleh Armijn Pane dengan istilah “Habis Gelap Terbitlah Terang”).

Nampaknya masa-masa ini terjadi transformasi spiritual bagi Kartini. Pandangan Kartini tentang Barat-pun mulai berubah, setelah sekian lama sebelumnya dia terkagum dengan budaya Eropa yang menurutnya lebih maju dan serangkaian pertanyaan-pertanyaan besarnya terhadap tradisi dan agamanya sendiri.

Ini tercermin dalam salah satu suratnya:

“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902]

“Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa atau orang-orang Jawa Kebarat-baratan” (surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 10 Juni 1902)

Kartini juga menentang semua praktek kristenisasi di Hindia Belanda :

“Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi? …. Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?” [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903]

Bahkan Kartini bertekad untuk berupaya untuk memperbaiki citra Islam yang selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah. Dengan bahasa halus Kartini menyatakan :

“Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.” [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902].

Di surat-surat lain :

“Astaghfirullah, alangkah jauhnya saya menyimpang” (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 5 Maret 1902)

“Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu: Hamba Allah (Abdulloh).” (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 1 Agustus 1903)

“Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada Alloh, tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dia-lah yang dapat menyembuhkan.” (surat Kartini kepada Nyonya Abandanon, 1 Agustus 1903)

“Menyandarkan diri kepada manusia, samalah halnya dengan mengikatkan diri kepada manusia. Jalan kepada Allah hanyalah satu. Siapa sesungguhnya yang mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia punm ia sebenar-benarnya bebas” (Surat kepada Ny. Ovink, Oktober 1900)

Selasa, 26 Oktober 2010

AYAT TENTANG PERINTAH MENJAGA LINGKUNGAN DIDALAM ALQURAN(AR RUM AYAT 41)

1. Terjemahan surah Ar-Rum ayat 41-42

AR RUM 41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

AR RUM 42. Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

2. Isi kandungan surah Ar-Rum ayat 41-42

1. Pengertian menjaga kelestarian lingkungan hidup

menurut kamus besar bahasa indonesia, kata lestari artinya tetap selama-lamanya, kekal, tidak berubah sebagai sediakala, melestarikan; menjadikan (membiarkan) tetap tidak berubah dan serasi : cocok, sesuai, berdasarkan kamus ini melestarikan, keserasian, dan keseimbangan lingkungan berarti membuat tetap tidak berubah atau keserasian dan keseimbangan lingkungan

Menurut Prof.Dr.Otto Soemarwoto, Lingkungan adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita. Menurut UU No.4 Tahun 1982 tentang pokok-pokok pengelolaan Lingkungan Hidup, jumto UU No. 23 Tahun 1997, Pasal I bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lainnya.

Menurut Prof. Dr. Emil Salim Lingkungan Hidup adalah segala benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal-hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.

pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya

3. Contoh perbuatan menjaga kelestarian lingkungan hidup

a)Pencegahan masalah air dilakukan dengan cara pencegahan pencemaran, pengamanan pintu-pintu air, pengunaan air tidak boros. Hutan-hutan disekitar sungai, danau, mata air dan rawa perlu diamankan. upaya untuk mengurangi pencemaran sungai diantaranya melalui program kali bersih (prokasih) terhadap sungai-sungai yang telah tercemar.

b)Mencegah cara ladang berpindah / Perladangan Berpindah-pindah.Terkadang para petani tidak mau pusing mengenai kesuburan tanah. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiarkan ladang terbengkalai dan tandus. Sebaiknya lahan pertanian dibuat menetap dengan menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yang sudah tidak produktif lagi.

c)Contoh perbuatan yang paling sederhana dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup, yaitu dengan selalu nembuang sampah pada tempatnya, dan tidak membuangnya sembarangan. Karena perbuatan membuang sampah sembarangan ini, dapat menyebabkan banjir. Karena banjir bisa terjadi akibat tertutupnya saluran-saluran air, sehingga air hujan atau air lainnya, tidak dapat mengalir dengan lancar.

4. Tafsir surah ar-rum 41-42

Pada ayat 41 surah ar-rum, terdapat penegasan Allah bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di daratan dan di lautan adalah akibat perbuatan manusia. Hal tersebut hendaknya disadari oleh umat manusia dan karenanya manusia harus segera menghentikan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan timbulnya kerusakan di daratan dan di lautan dan menggantinya dengan perbuatan baik dan bermanfaat untuk kelestarian alam. (syamsuri, 2004: 116)

Kata zhahara pada mulanya berarti terjadinya sesuatu dipermukaan bumi. Sehingga, karena dia dipermukaan, maka menjadi nampak dan terang serta diketahui dengan jelas. Sedangkan kata al-fasad menurut al-ashfahani adalah keluarnya sesuatu dari keseimbangan,baik sedikit maupun banyak. Kata ini digunakan menunjuk apa saja, baik jasmani, jiwa, maupun hal-hal lain.(quraish shihab, 2005: 76)

Ayat di atas menyebut darat dan laut sebagai tempat terjadinya fasad itu. Ini dapat berarti daratan dan lautan menjadi arena kerusakan, yang hasilnya keseimbangan lingkungan menjadi kacau. Inilah yang mengantar sementara ulama kontemporer memahami ayat ini sebagai isyarat tentang kerusakan lingkungan.( quraish shihab, 2005: 77)

Sedangkan pada ayat 42 surah ar-rum pula, menerangkan tentang perintah untuk mempelajari sejarah umat-umat terdahulu. Berbagai bencana yang menimpa umat-umat terdahulu adalah disebabkan perbuatan dan kemusyrikan mereka, mereka tidak mau menghambakan diri kepada Allah, justru kepada selain Allah dan hawa nafsu mereka.( syamsuri, 2004: 116). Selain itu pula, ayat ini mengingatkan mereka pada akhir perjalanan ini bahwa mereka dapat mengalami apa yang dialami oleh orang-orang musyrik sebelum mereka. Mereka pun mengetahui akibat yang diterima oleh banyak orang dari mereka. Mereka juga melihat bekas-bekas para pendahulunya itu, ketika mereka berjalan dimuka bumi, dan melewati bekas-bekas tersebut.(sayyid quthb, 2003: 226) dan dengan melakukan perjalanan dimuka bumi juga dapat membuktikan bahwa kerusakan-kerusakan di muka bumi ini adalah betul-betul akibat perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab serta mengingkari nikmat Allah, dan dengan melihat dan meneliti bukti-bukti sejarah, maka mereka dapat mengambil pelajaran atas peristiwa-peristiwa yang telah lalu, yang pernah menimpa umat manusia.(Moh.matsna, 2004:84)

Allah SWT menciptakan alam semesta dan segala isinya, daratan, lautan, angkasa raya, flora, fauna, adalah untuk kepentingan umat manusia (QS an-Nahl: 10-16)

Manusia sebagai khalifah Allah, diamanati oleh Allah untuk melakukan usaha-usaha agar alam semesta dan segala isinya tetap lestari, sehingga umat manusia dapat mengambil manfaat, menggali dan mengelolanya untuk kesejahteraan umat manusia dan sekaligus sebagai bekal dalam beribadah dan beramal shaleh.

Ketamakan manusia terhadap alam seperti tersebut,telah berakibat buruk terhadap diri mereka sendiri, seperti longsor, banjir, dll. Diperlukan upaya yang keras dan konsisten dari kita semua sebagai khalifah Allah agar kewajiban untuk memelihara dan melestarikan alam demi kesejahteraan bersama tetap terjaga. Dalam melaksanakan kewajibannya, sebagai khalifah juga umat manusia, kita disuruh untuk mempelajari sejarah umat-umat terdahulu dan mengambil pelajaran darinya.(syamsuri, 2006:97)

5. Hadits tentang perbuatan manusia (Moh. Matsna, 2004: 85-86)

عَنْ أََبِى عَمْرِ وَبْنِ جُبَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ قَالَ:قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ: مَنْ سَنَّ فِى اْلاِسْلاَمِ سُنّةً حَسَنَةً فَلَهُ اَجْرُهَا وَ اَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ اُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ سُنّةً سَيِّأَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَاوَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَابَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ اَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ (رواه مسلم)

Artinya: dari Abi Amr Ibn Jubair Ibn Abdillah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: barang siapa yang berbuat baik dalam islam, maka ia akan memperoleh pahala dari perbuatan itu dan pahala dari orang yang melaksanakan atau meniru prakarsa itu setelahnya tanpa mengurangi pahala orang-orang yang menirunya. Dan barang siapa berprakarsa yang jelek, maka ia akan mendapatkan dosa dari prakarsanya itu tanpa mengurangi dosa orang yang menirunya (HR.Muslim)

6. Penjelasan hadits tentang perbuatan manusia (Moh. Matsna, 2004: 86)

Hadits diatas menjelaskan bahwa siapa saja yang memprakarsai suatu perbuatan yang baik, seperti menciptakan suatu teori, metode, atau cara yang baik kemudian ditiru dan dilaksanakan oleh orang lain maka ia akan memperoleh pahala hasil prakarsa dan penemuannya itu serta pahala yang terus mengalir dari pahala-pahala orang yang menirunya dan melaksanakannya tanpa mengurangi pahala-pahala orang yang mengikutinya itu. Contohnya orang yang berusaha mengangkat kehidupan orang miskin dengan cara memberi pinjaman modal usaha kecil-kecilan. Bila usahanya sudah berjalan dan pinjamannya dapat dikembalikan dengan cara diangsur tanpa bunga, apabila perbuatan ini diikuti oleh orang lain, maka si pemrakarsa tadi akan mendapat dua pahala.

Begitu juga sebaliknya, orang yang berbuat kejahatan, ia akan mendapat dua dosa dari perbuatan dirinya dan dari dosa orang yang menirunya. Contohnya orang yang mencari lahan pertanian dengan cara membakar hutan sehingga hutan menjadi gundul dan rusak, lalu perbuatannya itu ditiru orang lain, maka ia akan mendapat dua dosa dari perbuatannya sendiri dan dosa dari orang-orang yang mengikuti jejaknya

7. Kesimpulan

1. Kerusakan alam bisa terjadi karena ulah perbuatan tangan manusia sendiri
2. Dampak negatif kerusakan akan dirasakan manusia
3. Manusia dianjurkan untuk melihat sejarah, bagaimana akibat umat yang berbuat di bumi ini, dan jadikanlah itu sebagai peringatan bagi dirinya.
4. Manusia diperingatkan untuk selalu mengingat Allah dan tidak menyakutukannya dengan sesuatu apapun selain dariNya, karena itu akan berdampak buruk, baik bagi lingkungan, juga bagi manusia sendiri.

8. ANALISIS

Dari materi yang dipaparkan diatas, maka terdapat beberapa unsur didalamnya, yaitu Pertama, konsep yang terdapat pada bagian isi kandungan surah Ar-Rum 41-42, yang didalamnya memaparkan maksud dari manjaga kelestarian lingkungan secara umum. Kedua, fakta yang juga terdapat pada bagian isi kandungan surah Ar-Rum 41-42, dimana kehancuran yang dialami oleh umat-umat pada masa dahulu, yang diakibatkan karena perbuatan mereka, yaitu menyekutukan Allah. Selain itu, juga terdapat contoh-contoh akibat dari kerusakan lingkungan, seperti adanya banjir, longsor, dll. Yang ketiga yaitu prinsip yang terdapat pada poin 1, 2, dan 3 pada peta konsep, dimana tercantum dasar-dasar yang melandasi anjuran menjaga kalestarian lingkungan. Dan yang keempat yaitu nilai yang terdapat pada bagian 5, dimana terdapat hal-hal yang bisa dijadikan pedoman dalam berbuat sesuatu untuk menjaga kelestarian lingkungan dan tidak merusaknya. Kemudian selanjutnya yang kelima, keterampilan yaitu terdapat pada poin 1, yakni membaca Q.S Ar-Rum 41-42.

DAFTAR PUSTAKA

Matsna, Mohammad. 2004. Al-Qur’an Hadits Madrasah Aliyah. Semarang: PT Karya Toha Putra

Quthb, Sayyid. 2003. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press

Shihab, Quraish. 2005. Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati

Syamsuri. 2004. Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

Syamsuri. 2006. Pendidikan Agama Islam KTSP untuk SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga

Sabtu, 28 Agustus 2010

KODE BABI PADA MAKANAN BERKEMAS,Tolong diForward ke saudara2 Muslim yang lain

KODE Babi Pada Makanan Berkemas
01}Tolong diForward ke saudara2 Muslim yang lain !!!!!!

Informasi bagus untuk kaum muslim. Sangat dihargai untukmenyebarluaskan ke teman-teman yang lain.

alamu'alaikumOleh Dr.M. Anjad KhanSalah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai diBadan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya,mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatanProduk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOMPrancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahuiberbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebutdituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalambentuk matematis seperti E-904, E-141.Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaranlalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenangdalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, danjangan banyak tanya ...!Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulaimencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada. Ternyata, apa yangdia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruhnegara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah dagingbabi.Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. DiPerancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit.Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkandengan hwan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindarilemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babitersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikinpusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini merekapun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal ujicobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyataberhasil.Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan.Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiapproduk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahandari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) padakemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasandiganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam,maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitulemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuaisyariat Islam.Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnyaprodusen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilanmereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yangdicapai bisa mencapai miliaran dollar.Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM,sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E ? CODES,E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional,antara lain :pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng,buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan& obat2an lainnya.Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untukmemeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannyadengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kodedi bawah ini, positif mengandung lemak babi :E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari'at Islam danjuga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.
semoga manfaat,M. Anjad KhanMedical Research Institute United States Prennss ...
kalo mo hang out di Starbucks or Coffebean, pikir2 ulang deh... karena, ternyata semua minuman mengandung elmusifier yang berasaldari babi. Kalo membeli makanan kita juga gampang mengetahui halal or haram,caranya dg melihat ada tidaknya kode E ? trus tiga digit angka dibelakangnya,dan itu artinya bahan2 berasal dari lemak babi...****************
Dear all ...Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak adaembel2 lain, misal : lecithin de sojaatau soy lecithin), maka saya yakin bahwa 'origin'nya adalah pork or varken (babi)Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslimGroningen the Netherlands & ikatan kel muslim Eropa memperingatkan kami utkmengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akandibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada rotitawar. Karena itu, kami sarankan kpd kel muslim utk pilih roti tawar dgistilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya hargalebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dgemulsifier),yang pentingkan halal.
*FYI ....E471 biasa dikenal dg sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrakdari tulang babi.E472 (saya tak ingat nama dagangnya) è originnya adalah ekstraktulang babi.Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dr asam lemak (fattyacid). Biasanya kedua additive ini sangat sering ditemukan pada produk2berikut :Produk makanan mengandung cokelat è roti, ice cream, biskuit, dllProduk makanan yg perlu elmusifier è coklat bar, ice cream, or bulk,coffee cream, marshmallo, jelly, dsb.Demikian sekilas info, semoga manfaat
Wallahu'alam bi shawab

Kamis, 26 Agustus 2010

Indonesia Merdeka Hanya dengan Syariah dan Khilafah

Subhanallah! Satu persatu politisi mulai sadar bahwa sebenarnya negeri ini masih dalam penjajahan asing, Drs Ali Mochtar Ngabalin, MSi, salah satunya. Ia bukan saja sadar tetapi memahami juga solusi yang harus diambil bangsa ini agar benar-benar menjadi bangsa yang merdeka. Hal itu terungkap dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-22 yang berlangsung pada Sabtu, (21/8) di Wisma Antara, Jakarta.

Dalam talkshow yang bertema Sebuah Refleksi 65 Tahun Indonesia Merdeka; Kata Siapa?(Mengurai Imperialisme Gaya Baru AS) itu, Ngabalin menegaskan bahwa sepanjang tidak menerapkan syariah, Indonesia tidak akan pernah merdeka. Syariah itu tidak akan bisa tegak tanpa negara, negaranya mustilah khilafah, bukan negara nasionalisme yang memecah kaum Muslim lebih dari 50 negara bangsa. Tanpa khilafah mustahil bisa merdeka.

“Kita melakukan kemusrikan yang naudzubillahimindzalik bila kita terus menganut nasionalisme!”pekiknya dan disambut takbir sekitar 200 peserta yang hadir.Khilafahlah satu-satunya sistem pemerintahan yang dapat menjamin tegakknya aturan dari Allah SWT dan dapat menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.

Penjajahan Ekonomi

Selain Ngabalin, dalam acara bulanan yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia ini, hadir pula Peneliti Utama Bakorsurtanal Prof Dr Ing Fahmi Amhar, dan DPP HTI Agung Wisnu Wardana sebagai pembicara. Sedangkan sambutan disampaikan oleh Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib, MEI.

Dalam sambutannya Rokhmat menjelaskan penjajahan merupakan metode baku negara kapitalisme untuk berjaya. Penjajahan itu dilakukan baik secara langsung (melalui militer) maupun tidak langsung (melalui sistem).

Penjajahan secara langsung terjadi di antaranya di Irak, Afghanistan dan Palestina. Sedangkan di sebagian besar negeri-negeri Islam bekas khilafah lainnya termasuk Indonesia diterapkan penjajahan secara tidak langsung dengan menerapkansistem kapitalisme menggantikan syariah Islam dan diikat oleh nasionalisme yang menggantikan akidah Islam.

Fahmi Amhar menegaskan, secara ekonomi penjajahan di Indonesia masih terus berlangsung yang berubah adalah bentuknya saja. Dulu Belanda melalui perusahaan dagang VOC-nya secara langsung menjarah rempah-rempah dari negeri ini. Namun sekarang dengan sistem kapitalisme yang diterapkan, Amerika dan penjajah lainnya mendapatkan hasil yang lebih besar lagi dari apa yang didapat VOC.

Menurutnya, sistem kapitalisme setidaknyatelah membuat tiga pintu yang membuat asing leluasa menjarah negeri yang mayoritas berpenduduk Muslim ini. Pertama, kepemilikan langsung. Contohnya, Freeport menguasai tambang emas di Papua, ExxonMobile menguasai tambang minyak di Cepu, dll.Perusahaan-perusahaan asing tersebut, berdasarkan sistem yang berlaku sekarang ini legal menguasai sumber-sumber energi yang dalam sistem khilafah sangat ditabukan, karena menurut syariah itu semua tidak boleh dikuasai swasta apalagi asing.

Kedua, pasar modal. Perusahaannya memang menggunakan nama-nama Indonesia dan pada awalnya memang milik Indonesia kemudian sekarang modalnya dimiliki oleh asing, contohnya: Indosat, Semen Cibinong, dll. Hal itu terjadi setelah dilegalkan adanya perusahaan perseroan terbuka, yang lagi-lagi bertentangan dengan sistem syariah, yang melarang adanya jual beli saham seperti yang berlaku saat ini.

Ketiga, surat utang negara (SUN). Negara terpaksa melakukan mengeluarkan SUN untuk menjalankan roda pemerintahan karena pemasukan dari sumber daya alam, energi, dan BUMN terus berkurang karena telah dikuasai oleh asing. Walhasil, sekarang negara memiliki utang melalui SUN sebesar 1800 trilyun, hampir dua kali lipat APBN 2009. Celakanya, lebih dari 50 persen SUN tersebut dikuasai oleh asing! Negara pun harus membayar plus bunganya yang jelas-jelas bertengan dengan syariah yang mengharamkan bunga.

Efek sampingnya rakyatpun semakin sengsara karena semua energi negara dicurahkan untuk memenuhi keinginan asing dan mengabaikan hajat hidup rakyat banyak.

Sedangkan Agung Wisnu menjelaslah kalau Indonesia ingin benar-benar merdeka, haruslah mengganti sistem jebakan penjajah ini dengan sistem khilafah yang menerapkan syariah Islam di dalam negeri dan melancarkan dakwah dan jihad ke luar negeri.

Masyarakatlah sebenarnya yang menyangga sistem yang ada sekarang. Maka selama penyangga ini masih loya, sistem akan tetap kuat. Oleh karena itu diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk mengalihkan loyalitasnya kepada syariah dan khilafah. Di sinilah relevansinya dakwah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir, yang secara masif dan istiqamah melakukan pengkaderan, pembinaan umum, perang pemikiran, dan perjuangan politik. Hingga pada saatnya nanti Allah SWT mengkaruniakan khilafah rasyidah untuk yang kedua kalinya. Di saat itulah kaum Muslim benar-benar merdeka. Allahu Akbar!

Minggu, 08 Agustus 2010

MENGUAK DALANG BOM BALI

The world has only one problem, psychopaths. They are overrepresented in prison, politics, corporations, military, law enforcement agencies, law firms and in the media.

Normal people must stand together, lest the psychopath’s tools, fear, lies, hatred and intimidation, replace love as the glue that binds society together.



Setelah kemarin saya meneliti peristiwa 11 September dan ternyata banyak sekali ketidakberesan di sana dan segala ketidakberesan itu menunjuk kepada keterlibatan dinas rahasia dan pemerintah Amerika dan Israel, maka saya mulai menelusuri berita-berita terorisme lainnya yang selama ini terjadi, baik yang terjadi di luar negeri maupun dalam negeri. Saya selama ini memang jarang mengikuti berita-berita tersebut, hanya sekilas-sekilas saja. Saya sebelumnya tak pernah secara khusus mengetikan keyword WTC atau Amrozi saat browsing di internet. Jadi, saya membaca artikel yang berkaitan dengan peristiwa tersebut hanya karena sekedar kebetulan nyangkut saja. Oleh karena itu, baru kali ini, setelah lewat bertahun-tahun, saya baru membahasnya secara khusus.

Saya selama ini memang lebih banyak membaca ensiklopedi, atau e-book, atau beragam artikel tentang science, hobi utama saya. Profesi utama saya kan memang scientist alias ilmuwan. Tetapi, untuk sementara ini saya agaknya terpaksa alih profesi menjadi James Bond. Menjadi undercover agent. Mau bagaimana lagi? Kebutuhan mendesak saya untuk beralih profesi. Kebenaran mesti diungkap. Tuh lihat di atas, saya juga sudah melakukan penyamaran, nama saya ubah dengan beragam alias. Foto juga saya ubah. Keren, kan?

Untuk sementara ini saya ingin meneliti dua peristiwa di dalam negeri dulu saja, yakni Bom Bali dan dugaan nuklir bawah laut sebagai penyebab tsunami di Aceh. Tulisan ini adalah yang tentang Bom Bali, masalah tsunami di Aceh yang berikutnya karena saya masih belum punya data-data yang lengkap. Untuk masalah tsunami itu nampaknya agak sulit mengungkapnya. Karena itu, saya nanti mungkin hanya akan membuka wacana saja, tidak akan mengambil kesimpulan seperti yang ada pada tulisan ini dan peristiwa 11 September. Saya memang tak akan pernah mengambil kesimpulan bila tak ada bukti-bukti yang kuat. Selain itu, saya juga nanti akan menulis tentang psikopat. Untuk masalah psikopat, sebelum saya menulisnya untuk sementara antara lain bisa Anda baca dulu:

1. The Psychopath: The Mask of Sanity, Special Research Project of the Quantum Future School.

2. Is Your Boss a Psychopath? by Alan Deutschman.

3. Snakes In Suits: When Psychopaths Go To Work by Paul Babiak, Ph.D. dan Robert D. Hare, Ph.D.

4. Twilight of the Psychopaths by Dr. Kevin Barrett.

5. www.ponerology.com, baca juga resources yang terdapat pada bagian terakhir dari website ini.

6. The Trick of the Psychopath's Trade by Silvia Cattori.

Artikel-artikel tersebut sangat penting dan menarik. Rata-rata orang yang pernah membacanya juga beranggapan demikian. Bila Anda punya waktu bisa juga mencari sendiri artikel-artikel lain yang berkaitan, tetapi saya sarankan baca dulu yang di atas tadi. Sangat penting untuk menambah wawasan kita tentang ilmu psikologi, dan pada akhirnya juga tentang ilmu antropologi dan ilmu evolusi. Mudah-mudahan pada akhirnya juga akan bisa membawa kita untuk bisa menciptakan peradaban dunia yang lebih baik dari sekarang, yakni:

…a civilization without war, a civilization based on truth, a civilization in which the saintly few rather than the diabolical few would gravitate to positions of power. (Kevin Barrett, Twilight of the Psychopaths).

Supaya saya tak disangka sedang mengarang teori konspirasi, maka untuk membahas Bom Bali ini saya akan mengutip dari majalah mainstream dan dari narasumber mainstream pula, kebetulan seorang non-muslim. Oke, kita akan mengutip ucapan mantan kepala Bakin A.C. Manulang yang tentu saja sangat paham tentang seluk beluk dunia yang digelutinya.

Former State Intelligence Coordinating Board (Bakin) chief A.C. Manulang has said that Kuwaiti citizen Omar Al-Faruq, a terrorist suspect who was arrested in Bogor, West Java, on June 5, 2002 and handed over to the US three days later, is a CIA-recruited agent.

Al Faruq was assigned to infiltrate Islamic radical groups and recruit local agents within these groups.

When Al Faruq finished his assignments, the CIA created a scenario that he had been arrested, Manulang told Tempo News Room in Jakarta on Thursday afternoon.

This kind of operation is aimed at starting conflicts in Indonesia and creating the image that Indonesia is a land of terrorists.

After the CIA obtained complete data on this matter, they then made Al-Faruq disappear. It’s common in intelligence world, said Manulang. (TEMPO Interactive, 19 Sep 2002).

Kiranya perlu dicatat bahwa berita ini dimuat sebelum peristiwa Bom Bali. Lihat tanggalnya. Jadi, orang-orang intelijen sudah lumayan bisa memprediksi apa yang kira-kira akan menyusul terjadi nanti setelah Indonesia mendapat “kunjungan diplomatik” dari Al-Faruq.

Oke, sekarang kita bicara soal fakta-fakta yang menunjang ucapan mantan kepala Bakin tadi. Apa artinya fakta? Fakta artinya adalah sesuatu yang benar-benar terjadi. Lawan kata dari halusinasi atau ilusi, yang biasa kita temui pada pengidap schizophrenia.

Fakta: Al-Faruq dan juga Hambali adalah bossnya Amrozi, sudah bertahun-tahun mereka ditahan oleh Amerika, atau lebih tepatnya bukan ditahan, tetapi bercengkerama dengan Amerika. Sebagai boss mereka tentu dosanya jauh lebih besar dari Amrozi, yang cuma prajurit lapangan. Nah, bila Amrozi sudah diadili dan akan dieksekusi, kenapa Al-Faruq dan Hambali yang dosanya jauh lebih besar itu tak pernah diadili? Bahkan, wartawan tak boleh mewawancarai mereka. Tak seorang pun. Aneh, bukan? Bahkan, pemerintah Indonesia pun dilarang menemui Hambali. Tambah aneh lagi. Padahal, dia warga Indonesia yang melakukan tindak pidana di Indonesia. Buat apa dia diboyong ke Amerika? Secara hukum, yang berhak menahan dan mengadilinya tentu saja adalah pemerintah Indonesia.

Tapi, Amerika tetap membandel menyembunyikan Hambali. Tak boleh ditengok siapa pun dengan alasan apa pun. Bila ada yang disembunyikan berarti ada bangkai di sana, yang khawatir tercium oleh wartawan khususnya dan dunia luar pada umumnya. Jadi, ucapan mantan kepala Bakin A.C. Manulang itu memang benar bahwa mereka adalah orang didikan CIA yang disuruh menyusup ke organisasi-organisasi Islam radikal. Mole, demikian istilah trendinya dalam dunia intelijen. Kebetulan saya ini kadang-kadang suka main game detektif juga sehingga bisa tahu istilah itu. Kisah semacam itu antara lain itu terdapat pada game Soldier of Fortune 2, yang ternyata sang mole itu adalah salah satu bossnya sendiri. Game-nya cukup seru juga, dengan beragam senjata canggih dan bertualang ke berbagai negara.

Karena pernah akrab dengan kisah semacam itu, maka saya pun dengan cepat pula bisa menyesuaikan diri saat mempelajari kisah di real world-nya. Tidak lantas tetap ngeyel membabi buta tertipu “arus massa”. Main game kan memang kadang perlu waktu berhari-hari menyelesaikan misinya, apalagi saya punya kebiasaan mengulangi kembali game yang pernah saya mainkan sampai berkali-kali apabila game itu cukup seru dan grafiknya bagus. Jadi, saya bisa sampai hafal skenarionya. Termasuk juga Max Payne edisi pertama. Itu seru sekali, saya sampai sekarang masih hafal skenarionya. Kalau yang seri kedua saya sudah ogah karena ternyata sudah disusupi para “mole” juga dan merusuhi saya di sana. Tikus-tikus schizophrenia itu ternyata sudah menyusup sampai ke dunia game juga.

Mole itu arti harfiahnya adalah tikus tanah. Dalam dunia intelijen artinya adalah penyusup atau dalam istilah populernya adalah double agent. Dan itu program yang sudah sangat lumrah di dalam dunia James Bond. Saling merekrut double agent itu sudah sarapan sehari-hari dunia intelijen. CIA merekrut orang Rusia atau sebaliknya KGB merekrut agen CIA. Dan dalam kasus Bom Bali ini, CIA merekrut orang Islam. Menjadi double agent antar negara itu bayarannya gede, kadang bisa sampai jutaan dolar, karena itu banyak yang mau. Anda juga kalau ditawari mungkin ada yang mau. Bisa kaya mendadak pokoknya kalau mau jadi double agent. Baca misalnya kisah Aldrich Ames. FBI juga sering menaruh mole di mafia, tapi jangan harap mole yang masuk ke dunia hitam mafia itu akan bisa selamat kalau ketahuan belangnya. Akan langsung dicincang di tempat. Para mole yang sudah pernah menyusup ke mafia akan tetap memakai nama samaran sampai matinya karena mereka seumur hidup akan tetap dikejar juga.

Pada tahun 2005 Al-Faruq diberitakan lolos dari penjara super ketat (high security prison) Bagram yang dipagari berlapis kawat listrik dan ditaburi ladang ranjau. Penjara itu dan sekalian airportnya dijaga sekitar 700 tentara. Kira-kira 1,5 penjaga untuk 1 tahanan. Lebih banyak penjaganya daripada tahanannya. Selama ini tak ada seorang pun tahanan yang bisa lolos dari penjara Bagram yang terkenal sangat kejam tersebut. Dan sebagian besar tahanan yang ada di sana ditangkap tanpa bukti apa pun. Mereka bisa saja ditahan atas dasar laporan tetangga, kenalan di jalan atau semacamnya, dan langsung dipenjara bertahun-tahun tanpa proses pemeriksaan dan pengadilan. Tak jauh beda dengan kondisi yang ada pada zaman kejayaan Inquisisi. Para tahanan disiksa, ditembak, wanita muslim diperkosa dan banyak yang mati dibunuh tentara Amerika di sel-sel penjara. Barbar. Bisa Anda lihat berita dan foto-fotonya di internet. Silakan. Saya cerita apa adanya.

Jadi, bila Al-Faruq diberitakan bisa lolos dari sana mungkin dia itu masih adiknya Batman. Atau minimal masih bersaudara dengan Wong Fei Hung. Bak buk gedebak gedebuk.. tewas dah itu semua 700 tentara terlatih dan bersenjata lengkap. Perkara ribuan ranjau? Ah, itu bagi Faruq cuma apem saja. Ente aja paling-paling cukup disentil kelinking Al-Faruq udah tewas ditempat. Lha wong dia adiknya Batman. Bisa langsung mencelat ente.

Oke, tadi tentu saja cerita apus-apusan yang diliris CIA. Cerita yang sebenarnya ya tentu saja Al-Faruq sengaja dilepaskan. Malah kemungkinan besar dia sama sekali tak pernah berada di penjara Bagram dan hidup berfoya-foya di hotel menikmati duit bayarannya. Mungkin dia sedang diberi tugas baru lagi. Melakukan penyusupan lagi. Karena itu diberitakan lolos. Dan setelah ia kemudian dianggap tidak berguna dan dikhawatirkan bisa membocorkan rahasia: dor.. dor.. habis perkara. Demikian nasib yang menimpa Al-Faruq. Kapok, dah. (Bisa Anda baca sekali lagi artikel Dead Witnesses karya Carl Oglesby yang saya upload kemarin).

Tentu saja semua ucapan Al-Faruq yang diperoleh dari hasil “interogasi” yang dilakukan CIA itu semuanya bisa kita abaikan begitu saja. Termasuk juga berbagai bualannya tentang Al-Haramain, Al-Qaedah, rencana pembunuhan Megawati dll. Lha wong itu bukan ucapannya Al-Faruq, kok. Dan dia tak pernah diinterogasi. Tetapi, itu semua cuma ucapannya ”Mr. Gilchrist”. Anda masih ingat Mr. Gilchrist, nggak? Ya, semuanya hanya tipu-tipu saja. Hanya orang dungu pula yang bisa diapusi dengan cerita-cerita gombal semacam itu.

Mengenai bualannya tentang hubungan Al-Haramain dengan Al-Qaedah itu agaknya untuk mengintimidasi pemerintah Saudi Arabia. Tentu saja tujuannya agar Saudi selalu mau berkompromi soal minyak kepada Amerika. Demikian pula kenapa para pemuda Arab yang dibunuh CIA dan Mossad di Florida, yang lalu dibualkan sebagai pembom WTC itu, mayoritas adalah pemuda dari Saudi Arabia. Dengan selalu menyudutkan Saudi Arabia, maka Amerika akan selalu bisa dapat berkompromi soal harga minyak dengan Saudi. Tangan dijabat punggung ditikam, demikian sikap Amerika kepada Saudi.

Kita tahu bahwa mustahil Amerika akan menyerbu Saudi karena sikap pemerintahnya yang moderat sejak terbunuhnya Raja Faisal dan wilayahnya yang meliputi Mekkah dan Madinah. Bila Amerika sampai berani menyerbu Saudi, well, orang-orang Pakistan pun akan bisa nekad meledakkan nuklirnya. Jadi, mereka hanya sekedar mengintimidasi pemerintah Saudi agar selalu lurus mau bekerja sama, tak lantas membelot ke jalur Raja Faisal. Tangan dijabat punggung ditikam. Dan nampaknya Raja Faisal dulu tewas dibunuh CIA dan Mossad karena dialah pelopor embargo minyak yang sempat membuat Amerika hampir bangkrut, tentu saja termasuk membuat bangkrut para pengusaha dan bankir Yahudi di Amerika. Orang yang benar-benar sangat berbahaya bagi kepentingan Amerika dan Israel. Tentu mereka membunuhnya melalui tangan ketiga juga.

Selain untuk mengintimidasi Saudi, tujuan lainnya nampaknya adalah untuk mendiskreditkan dan mengintimidasi umat Islam di Eropa karena masjid-masjid dan yayasan-yayasan amal mereka disangkutpautkan dengan Al-Qaedah.

Bagaimana dengan tujuan aksi-aksi teror yang dilakukan CIA di Indonesia? Seperti kata mantan kepala Bakin A.C. Manulang di atas tadi, tujuannya adalah “This kind of operation is aimed at starting conflicts in Indonesia and creating the image that Indonesia is a land of terrorists”. Mendiskreditkan Indonesia dan akhirnya terpaksa pemerintah Indonesia mau bekerja sama dengan Amerika. Kita tahu bahwa sebelum peristiwa Bom Bali pemerintah Indonesia ogah mengurusi proyek Amageddon atau pun “war on terror” karya orang-orang fundamentalis tersebut. Setelah banyaknya aksi pemboman terpaksa pemerintah Indonesia mau bekerja sama. Mungkin juga ada unsur-unsur gelap di Indonesia sendiri yang tertarik dengan proyek CIA tersebut, tetapi tak dapat support, lalu bekerja sama dengan CIA membikin kekacauan di negaranya sendiri. Tapi, soal adanya kerjasama dengan unsur-unsur di Indonesia ini masih kira-kira saja, saya belum tahu pasti. Saya tak mau grusa-grusu menuduh orang. Akan tetapi, kalau berbagai teror pemboman itu proyek CIA, memang sudah jelas. Meski demikian, mengingat banyaknya terjadi beragam kerusuhan di Indonesia saat itu, yang mungkin didalangi oleh unsur-unsur gelap tersebut, maka kemungkinan bahwa mereka bekerja sama dengan CIA ada juga, walau tentu dengan tujuan yang berbeda dengan CIA.

Selain untuk mengintimidasi Indonesia, Bom Bali juga bertujuan untuk “menggalang support” dari rakyat Australia karena mereka banyak yang ogah dengan proyek Amageddon tersebut. Setelah terjadinya Bom Bali, maka rakyat Australia langsung mendukung proyek sinting tersebut. Mereka berhasil ditipu mentah-mentah. Tujuan bom itu agaknya sama dengan kartun di koran Jyllands-Posten Denmark dan film Fitna karya Wilders di Eropa. Juga sebagai hukuman kepada rakyat Australia yang masih bandel tak mau tunduk kepada kepentingan Washington dan Tel Aviv.

This atrocity was the punishment meted out to Australians and others opposed to the Judeo-Christian Crusade against Islam. Ordinary everyday people, Australians in particular, who had earlier been sensible enough and brave enough to speak out against their Prime Minister’s slavish obedience to Ariel Sharon and George W. Bush in their ruthless quest to loot and destroy the Middle East. (Joe Vialls, 21 October 2002).

Judeo-Christian Crusade against Islam? Ya, tepatnya Judeo-Christian fundamentalist, bukan Judeo-Christian secara keseluruhan karena tak semua orang Amerika, Australia dan Eropa mendukung proyek gila Abad Pertengahan tersebut. Masih banyak orang sana yang cukup waras dan rasional menentang proyek Dark Ages tersebut, terutama lagi kalangan ilmuwan. Kalangan ilmuwan di Barat sendiri memang sudah lama mual dengan beragam proyek kaum fundamentalis tersebut, termasuk juga proyek mereka di bidang “ilmiah”, seperti proyek Henry Morris cs misalnya. Para ilmuwan memang merupakan musuh bebuyutan kaum fundamentalis dalam “culture war” yang masih berlangsung dengan sengit di Barat hingga saat ini, terutama di Amerika, yakni perang antara aliran fundamentalis dan liberal. Bila kita mau telusuri lebih jauh, sebenarnya “culture war” itu sudah terjadi semenjak pemberontakan yang dilakukan oleh Galileo pada abad ke-16 dan masih berlangsung hingga detik ini. Anda bisa membacanya pada beragam artikel di internet tentang “culture war” tersebut. Saya tentunya sangat paham tentang hal itu karena itu termasuk fak utama saya. Tak terasa sudah hampir dua windu saya menggeluti masalah itu, mulai tahun 1994. Perang sengit antara dua “faksi” tersebut yang sempat mencuat terakhir adalah antara cawapres Sarah Palin yang didukung kaum fundamentalis dan aktor Matt Damon yang didukung kaum liberal. Debat soal ko-eksistensi manusia dan dinosaurus dan soal umur bumi. Rame banget, deh. Apalagi bila kita baca komentar-komentar pembacanya. Banyak juga yang lucu-lucu. Saya kadang bisa spontan ketawa waktu membacanya. Rame pokoknya. Anda bisa turut membacanya juga di internet.

Selain penting bagi orang Yahudi, Palestina itu memang penting sekali di dalam kepercayaan kaum fundamentalis, yakni sangat erat berkaitan dengan keyakinan mereka tentang Rapture dan Armageddon. Bush dan para penasehatnya adalah pengikut aliran tersebut, demikian juga Sarah Palin. Silakan Anda pelajari lebih lanjut tentang hal tersebut di internet. Ketikan saja keyword Bush and Rapture atau Armageddon, langsung segera bermunculan ratusan ribu artikel yang mengulasnya. Jadi, segala keributan, teror dan peperangan yang mereka lancarkan di mana-mana selama ini, terutama di Timur Tengah, adalah demi segera terlaksananya Rapture dan Armageddon tersebut. Penganut sekte ini tak terlalu peduli dengan nyawa manusia, apalagi global warming, toh menurut mereka sebentar lagi kiamat datang. Bahkan mereka berusaha keras agar kiamat cepat datang supaya mereka segera bisa di-rapture ke surga. Sekte yang baru mulai populer pada abad ke-20 kemarin itu juga banyak penganutnya di kalangan pemerintahan dan bisnismen. Jutaan rakyat Amerika juga menganut sekte aneh tersebut. Dipadukan dengan kepribadian yang psikopat, maka sekte itu bisa menjadi sangat fatal akibatnya bagi perikemanusiaan. Keyakinan gila dan dianut oleh orang-orang gila pula. Double fatality. Kemudian keyakinan tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang radikal Yahudi, ikut numpang di situ untuk kepentingan mereka sendiri, yakni zionisme. Juga ikut dimanfaatkan oleh para bisnismen oportunis Amerika untuk ikut meraup untung, terutama para bos pabrik senjata dan perusahaan minyak, milyaran dolar yang bisa mereka raup dari bisnis perang tersebut. Pokoknya, semua orang gila psikopat kumpul di situ. Akibatnya? Yah, sudah turut Anda rasakan juga saat ini. Perang di mana-mana, perang tanpa henti, ekonomi dunia buyar, dan tentu saja cepat atau lambat akan berpengaruh ke ekonomi rumah tangga Anda juga. Dan semua ini gara-gara dunia dikuasai oleh para psikopat.

Psychopaths are social predators who charm, manipulate, and ruthlessly plow their way through life, leaving a broad trail of broken hearts, shattered expectations, and empty wallet. Completely lacking in conscience and in feelings for others, they selfishly take what they want and do as they please, violating social norms and expectations without the slightest sense of guilt or regret. (Robert Hare)

Jadi, semua perang dan kekacauan itu hanya akan bisa berhenti bila para psikopat disingkirkan dari panggung kekuasaan serta semua posisi yang memungkinkan mereka melakukan kekacauan, termasuk juga melakukan korupsi, manipulasi dll. Semua manusia normal dari semua negara dan semua agama--maupun yang tidak beragama--harus bersatu mencegah mereka. Bila tidak maka selamanya yang terjadi adalah para psikopat menganjurkan perang, terorisme, kebencian dll., dan orang normal mati di tengah-tengah. Orang psikopat sama sekali tidak akan pernah merasa bersalah dan menyesal melakukan semua kekacauan itu karena susunan otak mereka berbeda dari manusia normal, dan tentu saja cara berpikir mereka sangat berbeda pula. Gen dari zaman dinosaurus masih tersisa pada mereka, yakni pada sekitar 1 sampai 4 persen populasi manusia. Ini antara lain karena kurang berfungsinya bagian amygdala yang terdapat pada susunan otak mereka. Amygdala adalah bagian otak yang mengatur perasaan manusia. Evolusi otak orang-orang psikopat masih belum sempurna dan primitif, masih menyisakan susunan otak dari zaman kejayaan bangsa reptilia. Ini adalah masalah medis yang repotnya selama ini belum dianggap sebagai penyakit, sehingga para pengidapnya bisa dengan bebas berkeliaran di mana-mana, baik di dunia politik, bisnis, militer atau apa saja. Dan mereka mengakibatkan kehancuran di mana-mana, di setiap bidang yang digelutinya, tanpa peduli nasib orang lain akibat tindakannya. Mudah-mudahan penyakit ini nanti bisa segera diketemukan obatnya juga. Bacalah segera nanti tulisan karya Dr. Barrett. Turut saya upload bersamaan tulisan ini.

Jadi, fakta bahwa Al-Faruq dan Hambali tidak pernah diadili, bahkan dilindungi, yakni tak seorang pun dari dunia luar yang bisa menemui mereka, adalah bukti bahwa mereka orang rekrutan CIA. Bila mereka memang benar-benar teroris tentu akan diadili dan digantung seperti Saddam Hussein cs. Atau segera ditembak seperti nasib yang menimpa Amrozi cs, komplotan yang kebetulan bernasib sial dijerumuskan ke dalam perangkap CIA oleh Al-Faruq dan Hambali. Kelompok pengajian mereka disusupi, kemudian mereka dipanasi, dikompori, diberi dana dan disuruh melakukan pemboman. Kemudian, para mole itu menghilang. Hanya wayangnya yang tertangkap dan menerima akibatnya. Dan memang berbeda dengan para teroris betulan yang ke mana-mana sibuk berganti identitas dan tampang, kalau perlu malah operasi plastik, Pak Hambali itu malah tenang-tenang saja tak pernah berganti rupa. Para tetangganya di Thailand memang menyatakan begitu, ia tak pernah bersusah payah menyembunyikan wajahnya. Kalem-kalem saja. Ngapain ganti tampang, lha wong ia setiap hari malah 3G-an sama George Bush.

Operasi yang hampir mirip dengan yang ada di peristiwa Monas kemarin. Bedanya cuma di sana tak ada mole, tetapi provokator. Begitu sasaran terprovokasi, nah itu artinya operasi sukses besar, langsung saja mereka ditangkap dan diadili. Dan karena para pemasang berita di TV-TV itu, diantaranya mungkin orang-orang Amerika-Yahudi, ikut terlibat membiayai para provokator, tentu saja yang disorot kamera adalah sasaran mereka dan langsung saja semua news ticker menuntut pembubaran sasaran.

Bagaimana kemudian dengan sang provokator? Atau lebih tepatnya para provokator karena mereka jumlahnya bukan hanya satu, tetapi beberapa. Tentu saja mereka tak pernah disorot kamera TV. Karena itu yang sempat ketahuan cuma satu saja. Dan bila Anda tidak buta huruf dan rajin mengikuti berita, tentu Anda tidak pernah membaca berita sang provokator tersebut diadili. Dia lenyap, kasusnya dibekukan, tak usah diadili. Persis seperti juga kasus Al-Faruq dan Hambali. Pura-pura ditangkap, lalu lenyap, tak pernah diadili. Atau kasus bom Istiqlal. Pelakunya juga pura-pura ditangkap, lalu tak ada kabar beritanya lagi, kasusnya dibekukan, tak ada berita dia diadili. Dan kalau nanti dia dianggap sudah tak berguna, mungkin akan langsung dikirim ke alam baka. Kalau dibiarkan tetap berkeliaran kan dikhawatirkan bisa membocorkan rahasia. Tentu tak mesti dengan cara didor langsung, terlalu menyolok saudara-saudara. Bisa tiba-tiba mati mendadak karena keracunan, overdosis obat, sakit jantung, kecelakaan dll. Yang jelas bukan mati karena panuan.

Agaknya para anggota ormas Islam itu, termasuk Banser dan FPI, dikit-dikit perlu belajar intelijen juga supaya tidak terlalu gampang ditipu dan diakali, lalu berantem sesama muslim sendiri. Benar-benar sangat naif. Mereka sekarang sibuk berantem dan yang mengadu domba mereka sibuk ketawa sekarang, operasi bulus sukses besar. Mungkin mereka antara lain bisa belajar kepada Zulkifli Lubis, kepala intelijen kita yang pertama dan juga sekaligus pendirinya. Saya dulu pernah membaca riwayatnya, dia dilatih langsung oleh Jepang yang saat itu sedang sibuk berperang melawan sekutu. Tentu saja dia juga dilatih untuk menyusupkan provokator ke tengah-tengah massa--malah dia pernah mempraktekkannya. Dan mungkin juga pernah belajar tentang “trik rel Manchuria”. Saya tak bermaksud buruk, saya memang menganjurkan bahwa ormas Islam itu dikit-dikit perlu mempelajari intelijen, supaya bisa menangkal operasi-operasi semacam itu. Juga bisa menangkal para mole yang bertujuan merusak citra dan mendiskreditkan umat Islam.

Kiranya anjuran untuk belajar intelijen juga berlaku pada rakyat Amerika, Eropa dan Australia. Supaya mereka juga tak terlalu gampang ditipu oleh pemerintahnya sendiri. Dan setelah itu sibuk sesumbar tentang dunia bebas dan patriotisme. You believe you are dying for the fatherland--you die for some industrialists and fundamentalists.

Demikianlah fakta-fakta yang ada. Jadi, bila ada yang masih berhalusinasi atau berilusi sebaliknya, yakni menentang fakta-fakta yang jelas ada di depan mata, mestilah dia pengidap schizophrenia dan bisa segera kita kirim ke RSJ. Lha wong sakit jiwa. Atau bisa juga segera mendaftar ikut kejar paket A karena dia pasti 100% buta huruf dan tidak pernah mengikuti berita.

Saya sebenarnya sudah pernah juga membaca artikel-artikel tentang digunakannya micro-nuclear pada bom Bali, yakni ada “penumpang gelap” yang membonceng bom Amrozi cs. Mengingat bahwa CIA memang adalah dalang peristiwa itu, maka kemungkinan ke arah sana tentu saja terbuka lebar. Tapi, sehubungan pembuktiannya memang agak susah dan perlu penelitian yang lama, maka saya sementara ini tidak banyak berspekulasi dulu. Mungkin nanti saya akan membahasnya juga, tapi perlu mengumpulkan bukti-bukti dulu. Saya di sini hanya berbicara tentang fakta-fakta dulu saja, dan juga berpikir dengan logika. Dan mudah-mudahan nanti bisa mengungkapkannya juga. Salam.

Yogyakarta, 20 Oktober 2008


http://www.freewebs.com/hi-web/bombali.htm